Sholat Tahajud Santri

27 views

Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 1808)

Shalat tahajud adalah amalan yang dicintai Allah dan menjadi hobi orang mukmin. Salah satu amalan yang menyambungkan seorang hamba dengan Rabbnya, membuka hijab antara hamba denganNya, dan sebagai pelumas doa dalam sepertiga malam yang penuh keistimewaan. Shalat malam adalah amalan ‘hobi’ para Rasul,  tatkala seluruh mata terpejam dan sulit untuk terbuka, maka disitulah kesempatan emas untuk mencuri perhatian Rabb pencipta alam.

            Bahkan saking urgennya perintah ini, Allah memerintahkan nabinya yang mulia Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam untuk menjadi penjaganya, termaktub istimewa dalam dalam surat al-muzammil ayat 1-3 :

(1) Hai orang yang berselimut (Muhammad), (2) bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (3) (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit

Dalam tahajud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat mencurahkan segala beban dakwah kepada Yang Maha Memberi Arah.  Untuk merefresh dan meringankan kembali sendi-sendi yang seharian dipakai untuk berjuang dan tak henti menerima cercaan, serta sebagai ungkapan syukur yang luar biasa.

            Maka menjadi suatu hal yang wajar ketika organisasi Hidayatullah dalam pergerakannya menjadikan tahajud sebagai sebagai salah satu senjata juang yang direalisasikan dalam sebuah gerakan bernama GNH (Gerakan Nawafil Hidayatullah). Tahajud yang berfungsi sebagai pelumas keimanan diharapkan mampu menjadi ibadah yang mempermudah para dai agar sanggup memikul beban dakwah yang telah diamanahkan.

            Demikian pula SMP-SMK Al-Qolam sebagai pendidikan integral Hidayatullah juga telah menjadikan tahajud sebagai kurikulum jadwal keseharian. Tidak hanya tahajud fardhiyah, lembaga juga menginisiasi tahajud berjamaah untuk meningkatkan kekuatan ikatan jamaah dan merapatkan shaf.

            Bacaan imam yang  dijahr-kan diamini oleh seluruh jamaah, semoga diamini pula oleh malaikat dan menjadi wasilah datangnya berbagai barokah dan nikmat kepada hamba-hambaNya seluruh santri yang senantiasa berjuang untuk ikut menjaga Al-Qur’an. Selepas shalat berjamaah, santri langsung mengambil posisi masing-masing untuk mulai menghafal al-Qur’an dengan hati yang senantiasa berharap akan kemudahan dan pertolongan dari-Nya, di waktu yang strategis; sepertiga malam terakhir.   

author
No Response

Comments are closed.